Posted on

Bagaimana Sih Check Up Karier?

Karier pun ternyata butuh check up. Dan, bila ditemukan “penyakit”, kita pun perlu berobat. Bagaimana caranya?

Bagaimana cara kita melakukan check up? Coba ajukan pertanyaan-pertanyaan seperti: sudah maksimalkah waktu yang saya manfaatkan hari ini, sudah sesuaikah apa yang saya kerjakan dengan tugas yang menjadi wilayah kerja saya, sudah bergairahkah saya dengan pekerjaan yang kulakukan, sudah setarakah apa yang saya kerjakan dengan pendapatan yang saya terima saat ini,

sudah sesuaikah apa yang saya lakukan saat ini dengan keahlian atau kemampuan saya, nyamankah saya dengan pekerjaan saat ini, sudah senangkah saya dengan apa yang dilakukan saat ini, apakah saya merasa nyaman saat harus lembur atau mendapat tanggung jawab yang lebih..?

Jika YA menjadi jawaban yang paling banyak Anda berikan, bisa jadi Anda sedang berada pada jalur karier yang tepat. Namun, jika banyak pertanyaan di atas dijawab dengan TIDAK, coba telaah kembali, karier yang saat ini sedang Anda tekuni.

1. Tanyakan kembali tujuan Anda bekerja

Jika bekerja hanya untuk sekadar hidup dan mengejar gaji, bisa jadi ini hanya akan membuat Anda jalan di tempat. Mengapa? Karena biasanya yang bekerja sekadar mengejar gaji hanya akan bekerja sesuai dengan jatah dan tugasnya, tanpa mau terlibat dengan aneka hal yang sebenarnya bisa jadi akan membuka jalan ke karier yang lebih maju.

Tak salah memang, apalagi jika itu sudah merupakan pilihan hidup. Tapi, alangkah sayangnya, jika kemampuan kita tak dimaksimalkan. Obatnya? Coba gali potensi lebih di bidang yang Anda kerjakan saat ini. Adakah hal lain yang masih bisa Anda maksimalkan sehingga pekerjaan bisa terselesaikan dengan lebih baik, cepat, dan maksimal?

2. Gali apa visi Anda bekerja saat ini

Kadang-bahkan mungkin banyak-orang yang tak tahu visinya bekerja. Salah satu cara sederhana untuk mengetahui visi ini adalah dengan mempertanyakan: akan ke manakah karier kita di masa lima tahun mendatang. Apa yang benar-benar ingin aku kerjakan lima tahun mendatang?

Jika pertanyaan ini belum terjawab, obatnya adalah segera coba cari jawabannya. Sebab, jika tidak kita akan terombang-ambing dan tak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan karier.

3. Tanyakan apakah pekerjaan Anda saat ini penting bagi orang lain

Tak jarang orang merasa sangat penting di profesinya sehingga ia merasa jumawa dan bahkan sering kali menuntut untuk naik gaji. Sebaliknya, ada yang merasa kurang penting, tapi justru ia sering dicari-cari saat tak ada. Sederhananya, untuk menjawab ini adalah dengan mengira-ngira, apakah kalau misalnya kita cuti sehari saja, bagaimana pengaruhnya kepada orang lain, jika tak ada orang yang menggantikan sama sekali. 

Jika ternyata orang merasa kelabakan saat kita tidak ada, berarti kita memang penting. Jika tidak? Obatnya adalah dengan mencoba menggali inovasi dan kegiatan apa yang bisa menjadi nilai tambah pada bidang yang kita kerjakan.

4. Tanyakan apa yang membuat kita bahagia dalam pekerjaan

Ada sebuah guyonan yang sering diucapkan di berbagai profesi kerja. “Kalau datangnya sudah terlambat, pulangnya jangan lagi terlambat!” Bagaimana Anda menanggapi guyonan itu? Tertawa senang atau merasa tersindir? Kalau yang terakhir, berarti Anda masih berada pada jalur karier yang tepat. Tapi kalau Anda tertawa senang dan bahkan cenderung menyetujui ungkapan itu, Anda perlu “berobat”.

Obatnya, tanyakan pada diri sendiri, apakah benar pekerjaan saat ini merupakan hal yang membuat Anda senang, betah, dan bahagia? Paling gampang untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan kembali bertanya, apakah pekerjaan saat ini kadang—atau bahkan sering—membuat kita lupa waktu? Jika sudah pada level “lupa waktu” yang sering, mungkin Anda sedang berada di jalur karier yang tepat, hanya saja perlu strategi lebih cerdik untuk meningkatkan karier.

5. Tanyakan apakah kita sudah punya strategi yang tepat untuk menaikkan karier

Mungkin kita sudah berada pada jalur karier yang tepat, tapi mengapa kita merasa karier stagnan? Bisa jadi, inilah saatnya memperbaiki strategi. Obatnya apa? Bisa memperbaiki cara berkomunikasi dengan bos, rekan kerja, dan bawahan.

Bisa dengan meminta pekerjaan tambahan yang lebih menantang untuk menunjukkan bahwa performa kerja kita memang bisa lebih dimaksimalkan. Bisa juga dengan mengembangkan jaringan kerja yang lebih luas. Intinya, coba gali potensi apa saja yang masih bisa kita maksimalkan untuk profesi kita saat ini.
Mari, lakukan check up, dan segera berobat jika ditemukan “sakit” pada karier kita. Dengan begitu, hidup yang dijalani akan lebih menyenangkan dan membahagiakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.